Translate

Rabu, 11 Juni 2014

Sumber daya eksternal organisasi

BANK SENTRAL DAN BANK UMUM

Bank Sentral  :
1. Lembaga yang tidak mencari keuntungan
2. Kegiatan bank dikelola oleh pemerintah
3. Bertindak sebagai pengawas dan pembina bank
4. Dapat secara langsung mempengaruhi kegiatan usaha bank
5. Mengeluarkan uang kertas dan uang logam
6. Tidak memiliki saingan
7. Bertindak sebagai Lender of The Last Resort bagi perbankan
8. Tidak melayani jasa perbankan bagi individu dan perusahaan non-Lembaga Keuangan

Bank Umum  :

1. Merupakan badan usaha yang mencari untung
2. Umumnya secara kuantitas dimiliki dan dikelola oleh pihak swasta
3. Diawasi dan dibina oleh bank sentral
4. Kegiatan operasinya dipengaruhi oleh bank sentral
5. Hanya dapat menciptakan uang giral
6. Melakukan persaingan antar bank
7. Harus memiliki rekening pada bank sentral
8. Melayani baik pribadi maupun perusahaan (masyarakat) secara umum

PENGERTIAN PAKTO 28 DAN PAKDES TAHUN 1988
Pakdes 1987

Pakdes 1987 merupakan penyederhanaan persyaratan proses emisi saham dan obligasi, dihapuskannya biaya yang sebelumnya dipungut oleh Bapepam, seperti biaya pendaftaran emisi efek. Selain itu dibuka pula kesempatan bagi pemodal asing untuk membeli efek maksimal 49% dari total emisi.

Pakdes 87 juga menghapus batasan fluktuasi harga saham di bursa efek dan memperkenalkan bursa paralel. Sebagai pilihan bagi emiten yang belum memenuhi syarat untuk memasuki bursa efek.


Pakto 88

Pakto 88 ditujukan pada sektor perbankkan, namun mempunyai dampak terhadap perkembangan pasar modal. Pakto 88 berisikan tentang ketentuan 3 L (Legal, Lending, Limit), dan pengenaan pajak atas bunga deposito.

Pengenaan pajak ini berdampak positif terhadap perkembangan pasar modal. Sebab dengan keluarnya kebijaksanaan ini berarti pemerintah memberi perlakuan yang sama antara sektor perbankan dan sektor pasar modal.

Pakdes 88

Pakdes 88 pada dasarnya memberikan dorongan yang lebih jauh pada pasar modal dengan membuka peluang bagi swasta untuk menyelenggarakan bursa. 

PENGERTIAAN MODAL VENTURA , MODAL FINANSIAL DAN MODAL MANAJERIAL
Modal ventura adalah merupakan suatu investasi dalam bentuk pembiayaan
berupa penyertaan modal ke dalam suatu perusahaan swasta sebagai pasangan
usaha (investee company) untuk jangka waktu tertentu.
Pada umumnya investasi ini dilakukan dalam bentuk penyerahan modal secara
tunai yang ditukan dengan sejumlah saham pada perusahaan pasangan usaha.
Investasi modal ventura ini biasanya memiliki suatu resiko yang tinggi namun
memberikan imbal hasil yang tinggi pula. Kapitalis ventura atau dalam bahasa
asing disebut venture capitalist (VC), adalah seorang investor yang berinvestasi
pada perusahaan modal ventura.
Dana ventura ini mengelola dana investasi dari pihak ketiga (investor) yang
tujuan utamanya untuk melakukan investasi pada perusahaan yang memiliki
resiko tinggi sehingga tidak memenuhi persyaratan standar sebagai perusahaan
terbuka ataupun guna memperoleh modal pinjaman dari perbankan. Investasi
modal ventura ini dapat juga mencakup pemberian bantuan manajerial dan
teknikal. Kebanyakan dana ventura ini adalah berasal dari sekelompok investor
yang mapan keuangannya, bank investasi, dan institusi keuangan lainnya yang
melakukan pengumpulan dana ataupun kemitraan untuk tujuan investasi
tersebut.
MODAL FINANSIAL
Modal memiliki banyak arti yang berhubungan dalam ekonomi, finansial, dan akunting. Dalam finansial dan akunting, modal biasanya menunjuk kepada kekayaan finansial, terutama dalam penggunaan awal atau menjaga kelanjutan bisnis. Awalnya, dianggap bahwa modal lainnya, misal modal fisik, dapat dicapai dengan uang atau modal finansial. Jadi di bawah kata “modal” berarti cara produksi.
Modal dapat dibedakan menurut kegunaan dalam proses produksi, pertama modal tetap adalah barang-barang modal yang dapat digunakan berkali-kali dalam proses produksi. Kedua modal lancar adalah barang-barang modal yang habis sekali pakai dalam proses produksi.
Adapun bentuk dari modal ialah : Pertama modal konkret (nyata) adalah modal yang dapat dilihat secara nyata dalam proses produksi. Kedua modal abstrak (tidak nyata) adalah modal yang tidak dapat dilihat tetapi mempunyai nilai dalam perusahaan.

PENGERTIAN PASAR MODAL DAN PERUSAHAAN GO PUBLIC
Sekarang ini banyak orang-orang yang melakukan investasi dalam bentuk apapun untuk mendapat keuntungan atau menambah hartanya. Investasi bisa berbentuk aktiva riil maupun dalam bentuk surat berharga. Investasi aktiva nyata contohnya yaitu tanah dan bangunan. Sedangkan investasi surat berharga yaitu seperti saham, obligasi dan surat berharga lainnya diperdagangkan melalui suatu sistem yang disebut pasar modal.
Pengertian pasar modal secara umum yaitu suatu sistem keuangan yang terorganisir, termasuk di dalamnya adalah bank-bank komersial dan semua lembaga perantara dibidang keuangan, serta keseluruhan surat-surat berharga yang beredar (Sunariyah, 2004). Secara sempit pasar modal bisa diartikan tempat antara penjual dan pembeli yang produk yang diperdagangkan yaitu saham-saham, obligasi-obligasi, dan jenis surat berharga lainnya. Pembeli dalam pasar modal bisa disebut investor dan penjual adalah perusahaan yang membutuhkan dana dengan menawarkan surat berharga. Transaksi dalam pasar modal telah diatur dalam kerangka sistem yang terpadu secara legal dijamin oleh undang-undang negara.
Dalam pasar modal syarat agar perusahaan bisa menawarkan surat berharganya harus go-public agar dapat menerbitkan saham atau surat berharga lainnya untuk dijual kepada masyarakat. Istilah go-public mempunyai arti bahwa perusahaan tersebut merupakan perusahaan yang terbuka atau perusahaan publik dan para pemegang sahamnya tidak hanya pihak dari internal tetapi juga dari publik. Transparansi perusahaan merupakan hal yang harus diperhatikan karena menyangkut dengan masyarakat umum, para investor dan media massa (BAPEPAM-LK, 2009) .
2.1.2 Definisi Saham dan Teknik Analisa Saham
Instrumen pasar modal di Indonesia bisa dirinci sebagia berikut (Sunariyah, 2004) :
a.       Saham biasa (Common Stocks)
Saham biasa merupakan surat berharga yang biasa diperdagangkan tanpa karakteristik khusus atau tambahan. Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan. Wujud saham adalah selembar kertas yangmenerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan kertas tersebut.
b.      Saham Preferen (Preferered Stocks)
Saham preferen merupakan saham yang memiliki karakteristik khusus yaitu memberikan pendapatan tetap dalam bentuk deviden atau laba tetap yang dibayarkan setiap periode yang telah ditentukan dan dinyatakan dalam bentuk rupiah atau presentase terhadap nilai nominal saham.
Dalam melakukan analisis investasi dalam bentuk saham dapat dilakukan 3 (tiga) teknik (Natarsyah, 2000), yaitu :
a.       Analisis Fundamental
Analisis fundamental ini menyatakan bahwa setiap saham memiliki nilai intrinsik. Analisis ini mencoba untuk menghitung nilai intrinsik dari suatu saham dengan menggunakan data fundamental yaitu Laporan Keuangan Perusahaan, seperti laba, dividen, penjualan, struktur modal, resiko dan sebagainya. Analisis ini akan membandingkan nilai intrinsik dengan harga pasarnya untuk menentukan apakah harga saham pasar sudah mencerminkan nilai intrinsiknya atau belum.
b.      Analisis Teknikal
Analisis teknikal merupakan upaya untuk memperkirakan harga saham dengan mengamati perubahan harga saham di periode yang lalu, dan upaya untuk menentukan kapan investor harus membeli, menjual atau mempertahankan sahamnya dengan menggunakan indikator-indikator teknis atau menggunakan analisis grafik.
c.       Analisis Portofolio
Analisis portofolio dilakukan bagi pemodal yang ingin melakukan penyebaran atas investasinya dengan bentuk portofolio. Alasannya pemodal bisa meraih keuntungan optimal dan sekaligus akan memperkecil risiko melalui penyebaran investasinya. Pendekatan portofolio menekankan pada psikologi bursa dengan asumsi pasar yang efisisen. Pasar efisien diartikan bahwa harga-harga saham akan merefleksikan secara menyeluruh semua informasi yang ada di bursa.
Modal finansial dalam dalam proses produksi merupakan input yang akan mendukung terciptanya pendapatan, pendapatan tercipta dikarenakan hasil pengelolaan input menjadi output sehingga output yang dihasilkan menambah nilai guna dan berimplikasi terhadap pendapatan usaha.