NAMA : ANATASIA JULIET TUMIWA
KELAS : 4 KA 30
NPM : 10112731
Ciri-ciri
profesionalisme:
-
Punya ketrampilan yang tinggi dalam
suatu bidang serta kemahiran dalam menggunakan peralatan tertentu yang
diperlukan dalam pelaksanaan tugas yang bersangkutan dengan bidang tadi.
-
Punya ilmu dan pengalaman serta
kecerdasan dalam menganalisis suatu masalah dan peka di dalam membaca situasi
cepat dan tepat serta cermat dalam mengambil keputusan terbaik atas dasar
kepekaan.
-
Punya sikap berorientasi ke depan
sehingga punya kemampuan mengantisipasi perkembangan lingkungan yang terbentang
di hadapannya.
-
Punya sikap mandiri berdasarkan
keyakinan akan kemampuan pribadi serta terbuka menyimak dan menghargai pendapat
orang lain, namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangan
pribadinya.
Tiga
Watak Kerja Profesionalisme
-
Kerja seorang profesional itu beritikad
untuk merealisasikan kebajikan demi tegaknya kehormatan profesi yang digeluti,
dan oleh karenanya tidak terlalu mementingkan atau mengharapkan imbalan upah
materiil
-
Kerja seorang profesional itu harus
dilandasi oleh kemahiran teknis yang berkualitas tinggi yang dicapai melalui
proses pendidikan dan/atau pelatihan yang panjang, ekslusif dan berat.
-
Kerja seorang profesional –diukur dengan
kualitas teknis dan kualitas moral– harus menundukkan diri pada sebuah
mekanisme kontrol berupa kode etik yang dikembangkan dan disepakati bersama di
dalam sebuah organisasi profesi.
- Menurut Harris [1995] ruang gerak
seorang profesional ini akan diatur melalui etika profesi yang distandarkan
dalam bentuk kode etik profesi. Pelanggaran terhadap kode etik profesi bisa
dalam berbagai bentuk, meskipun dalam praktek yang umum dijumpai akan mencakup
dua kasus utama, yaitu:
Sifat
dan orientasi kode etik hendaknya:
1.
Singkat;
2.
Sederhana;
3.
Jelas dan Konsisten
4.
Masuk Akal;
5.
Dapat Diterima;
6.
Praktis dan Dapat Dilaksanakan;
7.
Komprehensif dan Lengkap, dan
8.
Positif dalam Formulasinya.
Kode
Etik Seorang Profesional Teknologi Informasi ( TI )
Dalam
lingkup TI, kode etik profesinya memuat kajian ilmiah mengenai prinsip atau
norma-norma . Dalam kaitan dengan hubungan antara professional atau developer
TI dengan klien, antara para Professional sendiri, antara organisasi profesi
serta organisasi profesi dengan pemerintah. Salah satu Bentuk hubungan seorang
profesional dengan klien (pengguna jasa) misalnya pembuatan sebuah program
aplikasi Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa
hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinya digunakan
oleh kliennya atau user; ia dapat menjamin keamanan (security) sistem kerja
program aplikasi tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem
kerjanya (misalnya : hacker, cracker, dll).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar