Translate

Selasa, 21 Juni 2016

Praktek Kode Etik Dalam Penggunaan Teknologi Informasi


Nama                   : Anatasia Juliet Tumiwa
Kelas          : 4 ka 30
NPM           : 10112731

SUMBER :


PRAKTEK-PRAKTEK KODE ETIK DALAM PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI

Praktek-praktek kode etik dalam penggunaan teknologi informasi mempunyai beberapa prinsip yang harus diterapkan dalam plekasanaannya seperti berikut :
1.      Integrity
Dalam prinsip integrity terbagi atas tiga bagian yaitu :
·         Informasi tidak boleh berubah (tampered, altered, modified) kecuali oleh orang yang berwenang, sesuai dengan prosedur yang berlaku
·         Serangan
·         Pemalsuan, pengubahan data oleh orang yang tidak berhak
·         Virus, trojan horse
·         Man-in-the-middle attack
·         Pengamanan
·         Penggunaan message authentication code (MAC), hash function
·         Digital signature
·         Logging, audit trail

2.      Availability
Pada tahapan ini memiliki batasan sebagai berikut :
·         Informasi harus dapat tersedia ketika dibutuhkan
·         Serangan terhadap server:
·         dibuat hang, down, crash, lambat, Denial of Service (DoS) attack
·         Biaya jika server web (transaction) down di Indonesia
·         Menghidupkan kembali: Rp 25 juta
·          Kerugian (tangible) yang ditimbulkan: Rp 300 juta
·         Pengamanan :
·         backup, Disaster Recovery Center (DRC), Business Continuity Planning (BCP)

3.      Privacy/ Convidentiality
Pada tahapan privacy/ Convidentiality membuanyai aspek dan syarat tertentu seperti berikut :
·         Inti utama aspek privacy atauconfidentiality adalah usaha untuk menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses.
·         Privacy lebih kearah data-data yang sifatnya privat.
·         Confidentiality biasanya berhubungan dengan data yang diberikan ke pihak lain untuk keperluan tertentu (misalnya sebagai bagian dari pendaftaran sebuah servis) dan hanya diperbolehkan untuk keperluan tertentu tersebut.
·         Menyangkut kerahasiaan data
Data pelanggan, transaksi, penawaran, data sensitif lainnya
·         Serangan: sniffer (penyadap), keylogger (penyadap kunci), social engineering, kebijakan yang tidak jelas.
·         Pengamanan: firewall, kriptografi / enkripsi, policy
Contoh Praktek Kode Etik Pada Penggunaan TI Misalnya pada pembuatan suatu program aplikasi, yang mana di dalam nya terdapat suatu hubungan kerjasama antara seorang professional dengan klien. Seorang profesional tidak dapat membuat program semaunya, ada beberapa hal yang harus ia perhatikan seperti untuk apa program tersebut nantinya digunakan oleh kliennya atau user, ia dapat menjamin keamanan (security) sistem kerja program aplikasi tersebut dari pihak-pihak yang dapat mengacaukan sistem kerjanya (misalnya: hacker, cracker, dll).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar