1. Pengertiaan Penderitaan
-
Penderitaan berasal dari kata derita.
Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan ataumenanggung.
Derita artinyamenanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan.
Penderitaan dapat berupapenderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin.
Penderitaan termasuk realitas manusia dan dunia. Intensitas
penderitaanbertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan
individu juga menentukan berat-tidaknya intensitaspenderitaan. Suatu pristiwayang
dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi
oranglain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit kembali
bagi seseorang, atau sebagai langkah awaluntuk mencpai kenikmatan dan
kebahagiaan.
Berbagai
kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan. Banyaknya macam kasus penderitaan
sesuai dengan liku-liku kehidupan manusia. Bagaimana manusia menghadapi
penderitaan dalam hidupnya ? penderitaan fisik yagn dialamimanusia tentulah
diatasi dengan cara medis untuk mengurangi atau menyembuhkannya, sedangkan
penderitan psikis,penyembuhannya terletak pada kemampuan si penderita dalam
menyelesaikan soal-soal psikik yang dihadapinya.
-
Contoh Penderitaan
Di bawah ini adalah beberapa contoh penderitaan
yang mungkin sering kita lihat di lingkungan kita.
a.
pemutusan hak kerja
Bagi
orang yang sudah berkeluarga mungkin penderitaan ini yang paling
di takutkan apalagi bagi seorang ayah yang mempunyai kewajiban
menafkahi keluarganya,hal ini akan berdampak buruk tidak hanya bagi sang
yah namun juga bagi keluarganya.
di takutkan apalagi bagi seorang ayah yang mempunyai kewajiban
menafkahi keluarganya,hal ini akan berdampak buruk tidak hanya bagi sang
yah namun juga bagi keluarganya.
b.
Kehilangan orang tua
Hubungan kita dengan orang tua merupakan suatu
hubungan yang unik. Oleh sebab itu pasangan diharapkan bisa memahami makna
kehilangan ini. Misalnya dengan berusaha menggantikan posisinya demi mendukung
pasangan. Antara lain dengan cara selalu berada di dekatnya, menjadi pendengar
yang baik, dan selalu siap membantunya.
c.
kemiskinan
Dalam hal
ini mungkin semua orang menderita mengalami
kemiskinan.namun miskin disini bukan miskin melarat melainkan hidup
pas-pasan.bagi sebagaian orang hidup seperti itu tidak enak namun bagi
orang lain mungkin hidup seperti itu lebih baik dari pada berlimpah harta
namun anggota keluarga tidak bahagia,semua di atur oleh uang,sibuk
dengan tugas masing",tidak ada komunikasi.hal itu di buktikan dengan adanya kata-kata " makan ga makan yang penting kumpul".
kemiskinan.namun miskin disini bukan miskin melarat melainkan hidup
pas-pasan.bagi sebagaian orang hidup seperti itu tidak enak namun bagi
orang lain mungkin hidup seperti itu lebih baik dari pada berlimpah harta
namun anggota keluarga tidak bahagia,semua di atur oleh uang,sibuk
dengan tugas masing",tidak ada komunikasi.hal itu di buktikan dengan adanya kata-kata " makan ga makan yang penting kumpul".
d.
Keguguran
Kehamilan merupakan suatu hal yang
dinanti-nantikan bagi banyak pasangan dan juga merupakan suatu kebahagian
tersendiri. Tetapi sayangnya rencana tidak selalu berjalan mulus. Masalah
genetika/keturunan mungkin dapat menyebabkan pasangan susah mendapatkan anak
atau selalu keguguran. Secara naluri, seorang ibu akan merasa lebih kehilangan
dibanding pasangannya.
2. SiksaaN
·
Pengertian
Siksaan
-
Siksaan atau penyiksaan (Bahasa
Inggris: torture) digunakan untuk merujuk pada penciptaan
rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala
tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis,
yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan
tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme,
pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu
untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai
penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu
cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat
digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan
kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Sepanjang
sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai cara untuk memaksakan pindah
agama atau cuci otak politik.
-
Penyiksaan hampir secara universal
telah dianggap sebagai pelanggaran berat hak asasi manusia, seperti
dinyatakan Deklarasi Hak Asasi Manusia. Para penandatangan Konvensi
Jenewa Ketiga dan Konvensi Jenewa Keempat telah menyetujui untuk
tidak melakukan penyiksaan terhadap orang yang dilindungi (penduduk sipil musuh
atau tawanan perang) dalam suatu konflik bersenjata. Penanda
tangan UN Convention Against Torture juga telah menyetujui untuk
tidak secara sengaja memberikan rasa sakit atau penderitaan pada siapapun,
untuk mendapatkan informasi atau pengakuan, menghukum, atau memaksakan sesuatu
dari mereka atau orang ketiga. Walaupun demikian, organisasi-organisasi
seperti Amnesty International memperkirakan bahwa dua dari tiga
negara tidak konsisten mematuhi perjanjian-perjanjian tersebut
·
Phobia
-
Phobia adalah rasa ketakutan
yang berlebihan pada sesuatu hal atau fenomena. Fobia bisa dikatakan dapat
menghambat kehidupan orang yang mengidapnya. Bagi sebagian orang, perasaan
takut seorang pengidap Fobia sulit dimengerti. Itu sebabnya, pengidap tersebut
sering dijadikan bulan bulanan oleh teman sekitarnya. Ada perbedaan
"bahasa" antara pengamat fobia dengan seorang pengidap fobia.
Pengamat fobia menggunakan bahasa logika sementara seorang pengidap fobia
biasanya menggunakan bahasa rasa. Bagi pengamat dirasa lucu jika seseorang
berbadan besar, takut dengan hewan kecil seperti kecoak atau tikus. Sementara
di bayangan mental seorang pengidap fobia subjek tersebut menjadi benda yang
sangat besar, berwarna, sangat menjijikkan ataupun menakutkan.
-
Kata “phobia” sendiri berasal dari
istilah Yunani “phobos” yang berarti lari (fight), takut dan panik
(panic-fear), takut hebat (terror). Istilah ini memang dipakai sejak zaman
Hippocrates.
-
Walaupun ada ratusan macam phobia
tetapi pada dasarnya phobia-phobia tersebut merupakan bagian dari 3 jenis
phobia, yang menurut buku DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual for Mental
Disorder IV) ketiga jenis phobia itu adalah:
a.
Phobia sederhana atau spesifik (Phobia
terhadap suatu obyek/keadaan tertentu) seperti pada binatang, tempat tertutup,
ketinggian, dan lain lain.
b.
Phobia sosial (Phobia terhadap
pemaparan situasi sosial) seperti takut jadi pusat perhatian, orang seperti ini
senang menghindari tempat-tempat ramai.
c.
Phobia kompleks (Phobia terhadap
tempat atau situasi ramai dan terbuka misalnya di kendaraan umum/mall) orang
seperti ini bisa saja takut keluar rumah.
Penyebab Phobia
Phobia dapat disebabkan oleh berbagai macam hal.
Pada umumnya phobia disebabkan karena pernah mengalami ketakutan yang
hebat atau pengalaman pribadi yang disertai perasaan malu atau bersalah yang
semuanya kemudian ditekan kedalam alam bawah sadar. Peristiwa traumatis di
masa kecil dianggap sebagai salah satu kemungkinan penyebab terjadinya phobia.
Lalu bagaimana menjelaskan tentang orang yang
takut akan sesuatu walaupun tidak pernah mengalami trauma pada masa
kecilnya? Martin Seligman di dalam teorinya yang dikenal dengan
istilah biological preparedness mengatakan ketakutan yang menjangkiti
tergantung dari relevansinya sang stimulus terhadap nenek moyang atau sejarah
evolusi manusia, atau dengan kata lain ketakutan tersebut disebabkan
oleh faktor keturunan. Misalnya, mereka yang takut kepada beruang,
nenek moyangnya pada waktu masih hidup di dalam gua, pernah diterkam dan hampir
dimakan beruang, tapi selamat, sehingga dapat menghasilkan kita sebagai
keturunannya. Seligman berkata bahwa kita sudah disiapkan oleh sejarah evolusi
kita untuk takut terhadap sesuatu yang dapat mengancam survival kita.
Pada kasus phobia yang lebih parah, gejala
anxiety neurosa menyertai penderita tersebut. Si penderita akan terus menerus
dalam keadaan phobia walaupun tidak ada rangsangan yang spesifik. Selalu ada
saja yang membuat phobia-nya timbul kembali, misalnya thanatophobia (takut
mati), dll.
Perlu kita ketahui bahwa phobia sering disebabkan
oleh faktor keturunan, lingkungan dan budaya. Perubahan-perubahan yang terjadi
diberbagai bidang sering tidak seiring dengan laju perubahan yang terjadi di
masyarakat, seperti dinamika dan mobilisasi sosial yang sangat cepat naiknya,
antara lain pengaruh pembangunan dalam segala bidang dan pengaruh modernisasi,
globalisasi, serta kemajuan dalam era informasi. Dalam kenyataannya perubahan-perubahan
yang terjadi ini masih terlalu sedikit menjamah anak-anak sampai remaja.
Seharusnya kualitas perubahan anak-anak melalui proses bertumbuh dan
berkembangnya harus diperhatikan sejak dini khususnya ketika masih dalam
periode pembentukan (formative period) tipe kepribadian dasar (basic
personality type). Ini untuk memperoleh generasi penerus yang berkualitas.
Berbagai ciri kepribadian/karakterologis perlu
mendapat perhatian khusus bagaimana lingkungan hidup memungkinkan terjadinya
proses pertumbuhan yang baik dan bagaimana lingkungan hidup dengan sumber
rangsangannya memberikan yang terbaik bagi perkembangan anak, khususnya dalam
keluarga.
Berbagai hal yang berhubungan dengan tugas,
kewajiban, peranan orang tua, meliputi tokoh ibu dan ayah terhadap pertumbuhan
dan perkembangan anak, masih sering kabur, samar-samar. Sampai saat ini masih
belum jelas mengenai ciri khusus pola asuh (rearing practice) yang ideal bagi
anak. Seperti umur berapa seorang anak sebaiknya mulai diajarkan membaca, menulis,
sesuai dengan kematangan secara umum dan tidak memaksakan. Tujuan mendidik,
menumbuhkan dan memperkembangkan anak adalah agar ketika dewasa dapat
menunjukan adanya gambaran dan kualitas kepribadian yang matang (mature,
wel-integrated) dan produktif baik bagi dirinya, keluarga maupun seluruh
masyarakat. Peranan dan tanggung jawab orang tua terhadap pertumbuhan dan
perkembangan anak adalah teramat penting.
Bila seseorang yang menderita phobia melihat atau
bertemu atau berada pada situasi yang membuatnya takut (phobia), gejalanya
adalah sebagai berikut:
* Jantung berdebar kencang
* Kesulitan mengatur napas
* Dada terasa sakit
* Wajah memerah dan berkeringat
* Merasa sakit
* Gemetar
* Pusing
* Mulut terasa kering
* Merasa perlu pergi ke toilet
* Merasa lemas dan akhirnya pingsan
Cara Mengatasi
a. Terapi berbicara.
Perawatan ini seringkali efektif untuk mengatasi
berbagai fobia. Jenis terapi bicara yang bisa digunakan adalah:
1. Konseling: konselor biasanya akan
mendengarkan permasalahan seseorang, seperti ketakutannya saat berhadapan
dengan barang atau situasi yang membuatnya fobia. Setelah itu konselor akan
memberikan cara untuk mengatasinya.
2. Psikoterapi: seorang psikoterapis akan
menggunakan pendekatan secara mendalam untuk menemukan penyebabnya dan memberi
saran bagaimana cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya.
3. Terapi perilaku kognitif (Cognitive
Behavioural Therapy/CBT): yaitu suatu konseling yang akan menggali pikiran,
perasaan dan perilaku seseorang dalam rangka mengembangkan cara-cara praktif
yang efektif untuk melawan fobia.
b. Terapi pemaparan diri (Desensitisation).
Orang yang mengalami fobia sederhana bisa diobati
dengan menggunakan bentuk terapi perilaku yang dikenal dengan terapi pemaparan
diri. Terapi ini dilakukan secara bertahap selama periode waktu tertentu dengan
melibatkan objek atau situasi yang membuatnya takut. Secara perlahan-lahan
seseorang akan mulai merasa tidak cemas atau takut lagi terhadap hal tersebut.
Kadang-kadang dikombinasikan dengan pengobatan dan terapi perilaku.
c. Menggunakan obat-obatan.
Penggunaan obat sebenarnya tidak dianjurkan untuk
mengatasi fobia, karena biasanya dengan terapi bicara saja sudah cukup
berhasil. Namun, obat-obatan ini dipergunakan untuk mengatasi efek dari fobia
seperti cemas yang berlebihan.
Terdapat 3 jenis obat yang direkomendasikan untuk
mengatasi kecemasan, yaitu:
1. Antidepresan: obat ini sering diresepkan
untuk mengurangi rasa cemas, penggunaannya dizinkan untuk mengatasi fobia yang berhubungan
dengan sosial (social phobia).
2. Obat penenang: biasanya menggunakan obat
yang mengandung turunan benzodiazepines. Obat ini bisa digunakan untuk
mengatasi kecemasan yang parah, tapi dosis yang digunakan harus serendah
mungkin dan penggunaannya sesingkat mungkin yaitu maksimal 4 minggu. Ini
dikarenakan obat tersebut berhubungan efek ketergantungan.
3. Beta-blocker: obat ini biasanya digunakan
untuk mengobati masalah yang berhubungan dengan kardiovaskular, seperti masalah
jantung dan tekanan darah tinggi (hipertensi). Karena berguna untuk mengurangi
kecemasan yang disertai detak jantung tak beraturan.
Macam-macam Phobia
Ablutophobia - takut untuk mencuci atau mandi >> sindrom kucingisme
Acerophobia - takut akan rasa asam (orang yg sering diare)
Achluophobia - takut akan kegelapan
Acousticophobia - takut akan kebisingan
Acrophobia - takut akan ketinggian
Aeroacrophobia - takut akan ruang terbuka di ketinggian
Agliophobia - takut akan rasa sakit.
Agyrophobia - takut akan jalan atau menyeberang
Aichmophobia - takut akan jarum atau benda runcing
Alektorophobia - takut akan ayam
Allodoxaphobia - takut akan pendapat
Altophobia - takut akan ketinggian
Amathophobia - takut akan debu >> orang alergi debu
Ambulophobia - takut untuk berjalan >> orang lumpuh
Amychophobia - takut digaruk atau menggaruk
Ancraophobia - takut akan angin (Anemophobia)
Androphobia - takut pria
Angrophobia - takut marah
Anthropophobia - takut orang atau masyarakat
Antlophobia - takut banjir >> orang semarang
Aphenphosmphobia - takut disentuh (Haphephobia)
Apiphobia - takut lebah
Arachibutyrophobia - takut selai kacang nempel di langit-langit mulut
Arachnephobia or Arachnophobia - takut laba-laba
Arithmophobia - takut angka >> gak bisa ngitung
Arsonphobia - takut api
Asthenophobia - takut pingsan
Astrophobia - takut bintang atau ruang angkasa
Asymmetriphobia - takut benda asimetris
Athazagoraphobia - takut lupa, dilupakan
Atychiphobia - takut akan kegagalan
Aurophobia - takut emas >> orang kere
Automysophobia - takut kotor
Aviophobia or Aviatophobia - takut terbang >> burung penguin
Ballistophobia - takut misil/peluru >> orang sipil
Barophobia - takut akan gravitasi
Bathmophobia - takut akan tangga atau bidang miring
Bathophobia - takut akan kedalaman >> org yg gak bisa berenan
Bibliophobia - takut akan buku >> buta huruf
Bufonophobia - takut katak
Caligynephobia - takut wanita cantik
Carnophobia - takut daging >> vegetarian
Cathisophobia - takut duduk >>orang bisulan di b**t
Catoptrophobia - takut cermin >> orang buruk rupa
Chaetophobia - takut akan rambut >> gundul
Chionophobia - takut akan salju >> orang tropis
Chiraptophobia - takut disentuh
Chirophobia - takut akan tangan
Chorophobia - takut menari >> orang yg kaku
Chrometophobia or Chrematophobia - takut uang
Chromophobia or Chromatophobia - takut akan warna
Chronophobia - takut akan waktu
Cibophobia - takut akan makanan >> orang yg guendut
Cleithrophobia or Cleisiophobia - takut terkunci di ruang tertutup
Cleptophobia - takut kemalingan
Clinophobia - takut tidur
Coimetrophobia - takut akan kuburan
Coitophobia - takut akan coitus
Coprastasophobia - takut akan sembelit
Coprophobia - takut akan feces
Coulrophobia - takut pada badut >> tdk punya selera humor
Cyberphobia - takut akan komputer >> gak tau gunanya
Deipnophobia - takut makan malam >> orang yg lg diet
Demonophobia or Daemonophobia - takut setan
Dentophobia - takut dokter gigi
Dextrophobia - takut pada benda di sebelah kanannya
Didaskaleinophobia - takut pergi ke sekolah >> mau test belum belajar
Dipsophobia - takut minum >> krn perut dah njembling
Dishabiliophobia - takut melepas baju di depan seseorang >> orang panuan
Dystychiphobia - takut kecelakaan >> org yg naik mtr pelan2
Ecophobia - takut akan rumah >> sti
Electrophobia - takut pada listrik
Enochlophobia - takut pada keramaian
Entomophobia - takut pada serangga
Epistaxiophobia - takut pada mimisan
Epistemophobia - takut akan ilmu pengetahuan >> orang bodoh yg tak mau brusaha
Equinophobia - takut pada kuda
Ergophobia - takut pekerjaan >> pemalas
Febriphobia or Fibriphobia or Fibriophobia - takut demam
Felinophobia - takut pada kucing (Ailurophobia, Elurophobia, Galeophobia, Gatophobia)
Gamophobia - takut pada pernikahan
Geliophobia - takut akan tertawa >> belum gosok gigi
Geniophobia - takut pada dagu
Genuphobia - takut pada lutut
Gerascophobia- takut menjadi tua
Glossophobia - takut berbicara di depan umum >> gogriers
Hadephobia - takut pada neraka
Haphephobia or Haptephobia - takut disentuh
Heliophobia - takut pada matahari >> kalong
Hemophobia or Hemaphobia or Hematophobia - takut pada darah
Hippopotomonstrosesquippedaliophobia - takut pada kata-kata yang panjang >> SMS mania
Hyelophobia or Hyalophobia - takut pada kaca
Hygrophobia - takut pada cairan
Hypsiphobia - takut akan ketinggian
Iatrophobia - takut pada dokter >> pasien
Ichthyophobia - takut pada ikan
Koinoniphobia - takut pada kamar
Lachanophobia - takut akan sayuran
Laliophobia or Lalophobia - takut berbicara >> orang bisu
Leukophobia - takut warna putih >> gak bisa nyuci baju dgn bersih
Levophobia - takut pada benda2 di sebelah kiri
Linonophobia - takut pada benang >> orang yg gak bisa njahit
Lygophobia - takut akan kegelapan
Mageirocophobia - takut memasak >> orang gak bisa masak
Medomalacuphobia - takut kehilangan ereksi
Medorthophobia - takut pada penis yang sedang ereksi
Melanophobia - takut pada warna hitam
Melophobia - takut atau benci musik >> orang tuli
Menophobia - takut akan haid >> cowok
Motorphobia - takut pada mobil >> orang lg nyebrang jalan
Musophobia or Muriphobia - takut pada tikus
Necrophobia - takut pada kematian
Nephophobia - takut pada awan
Noctiphobia - takut pada malam
Nosophobia or Nosemaphobia - takut sakit
Nostophobia - takut pulang ke rumah >> sti/ suami takut istri
Numerophobia - takut pada angka >> orang yg gak bisa itung2an
Octophobia - takut angka 8
Ombrophobia - takut pada hujan atau kehujanan >> orang yg ninggal jemuran
Panophobia or Pantophobia - takut semuanya
Papyrophobia - takut pada kertas >> orang gak bisa nulis & buta aksara
Paraskavedekatriaphobia - takut hari Jumat tanggal 13
Parthenophobia - takut pada perawan
Pediophobia - takut pada boneka >> soalnya bonekanya si chucky
Phalacrophobia - takut menjadi botak
Philemaphobia or Philematophobia - takut berciuman >> krn lawan mainnya kodok
Pogonophobia - takut pada janggut
Porphyrophobia - takut warna ungu
Pteromerhanophobia - takut terbang >> burung kiwi
Pyrophobia - takut pada api
Scolionophobia - takut sekolah >> tukang bolos, gak ngerjain PR
Selenophobia - takut pada bulan >> manusia serigala
Somniphobia - takut tidur >> insomania
Tachophobia - takut pada kecepatan >> mbah-mbah tuwo
Telephonophobia - takut pada telepon >> orang yg tagihannya bengkak
Thaasophobia - takut duduk >> orang bisulan di b**t
Tremophobia - takut gemetar
Trichopathophobia or Trichophobia - takut pada rambut (Chaetophobia, Hypertrichophobia). >> orang gundul forever
Triskaidekaphobia - takut pada angka 13 >> orang bule
Urophobia - takut akan air seni
Vaccinophobia - takut akan vaksinasi >> anak kecil
Venustraphobia - takut akan wanita cantik >> orang o'on
Verbophobia - takut akan kata-kata
Vestiphobia - takut akan pakaian >> orang gila
Virginitiphobia - takut akan perkosaan >> wanita
Wiccaphobia - takut akan sihir
Xanthophobia - takut akan warna atau kata kuning
Xenophobia - takut akan orang asing
Xerophobia - takut akan kekeringan
Xylophobia - takut akan benda dari kayu
Xyrophobia - takut akan pisau cukur
Zelophobia - takut cemburu
Zeusophobia - takut akan Tuhan
·
Tiga siksaan yang sifatnya psikis
-
Manusia dan Penderitaan Siksaan yang
sifatnya Psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan. Kebimbangan
dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapatmenentukan pilihan
mana yang akan diambil. Misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang
itu pergi atau tidak, siapakah kawannya yang akan pacar tetapnya.
Akibat dari kebimbangan seseorang berada dalam
keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat
itu. Bagi orang yang lemah berpikirnya, masalah kebimbangan akan lama
dialami,sehingga siksaan itu berkepanjangan. Tetapi bagi orang yang kuat
berpikirnya ia akan cepat mengambil suatu keputuan, sehingga kebimbangan akan
cepat dapat diatasi. Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam
dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai, kesepian ini tidak
boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti yang dialami oleh petapa
atau biarawan yang tinggalnya ditempat yang sepi. Tempat mereka memang sepi
tetapi hati mereka tidak sepi. Kesepian juga merupakan salah satu wujud dari
siksaan yang dialami seseorang. Seperti halnya kebimbangan, kesepian perlu
cepat diatasi agar seseorang jangan terus menerus merasakan penderitaan batin,
sebagai homo socius, seseorang perlu kawan, maka untuk mengalahkan rasa
kesepian orang perlu cepat macari kawan yang dapat diajak untuk berkomunikasi.
Pada umumnya orang yang dapat - --dijadikan kawan duka adalah orang yang dapat
mengerti dan menghayati kesepian yang dialami oleh sahabatnya itu, selain
mencari kawan, seseorang juga perlu mengisi waktunya dengan suatu kesibukan,khususnya
yang dapat bersifat fisik, sehingga rasa kesepian tidak memperoleh tempat dan
waktu dalam dirinya.
·
Penyebab
seseorang merasa ketakutan
Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat
menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu
dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Pada
umumnya orang memiliki satu atau lebih phobia ringan seperti takut pada tikus,
ular, serangga dan lain sebagainya. Tetapi pada sementara orang ketakutan itu
sedemikian hebatnya sehingga sangat mengganggu. Seperti pada kesepian,
ketakutan dapat juga timbul atau dialami seseorang walaupun lingkungannya
ramai, sebab ketakutan merupakan hal yang sifatnya psikis. Banyak sebab yang
menjadikan seseorang merasa ketakutan, antara lain :
a. Claustrophobia dan Agoraphobia.
b. Claustrophobia adalah rasa takut terhadap
ruangan tertutup, sedangkan Agoraphobia adalah rasa takut yang disebabkan
seseorang berada di tempat terbuka
c. Gamang merupakan ketakutan
bila seseorang di tampat yang tinggi. Hal itu disebabkan karena ia takut
akibat berada di tempat yang yang tinggi, misalnya seseoarang harus melewati
jermbatan yang sempit, sedangkan dibawahnya air yang mengalir, atau seseoprang
takut meniti dinding tembok dibawahnya.
d. Kegelapan merupakan suatu
ketakutan seseorang bila ia berada di tempatyang gelap. Sebab dalam
pikirannya dalam kegelapan demikian akan muncul sesuatu yang ditakuti,
misalnya setan, pencuri, orang yang demikian menghendaki agar ruangan tempat
tidur selalu dinyalakan lampu yang terang .
e. Kesakitan merupakan ketakutan yang
disebabkan oleh rasa sakit yang akan dialami seseoarng yang takut diinjeksi, ia
sudah berteriak-teriak sebelum jarum injeksi ditusukkan kedalam tubuhnya,Hal
itu disebabkan karena dalam pikirannya semuanya akan menimbulkan kesakitan
f. Kegagalan merupakan dari seseorang
disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.
Seseorang yang patah hati tidak mudah untuk bercinta lagi, karena takut dalam
percintaan berikutnya juga akan terjadi kegagalan, trauma yang pernah
dialaminya telah menjadikan dirinya ketakutan kalau sampai terulang lagi.
Study Kasus :
Banyak contoh tentang penyiksaan psikis atau
mental. Misalnya, ketika orang tua bercerai dan anak pun akan jadi korban.
Seperti cerita berikut ini, sebut saja namanya mia. Ketika umur 4 tahun ia
sudah harus merasakan sakitnya ketika melihat kedua orangtuanya bercerai. Dia
yang belum mengerti di asuh oleh neneknya tanpa merasakan kasih sayang dari
ayah atau ibunya. Ayahnya pergi dan menikah lagi dengan wanita lain sedangkan
ibunya pergi mengadu nasib di negeri orang se bagai TKW. Andai mia kecil tahu
bahwa kedua orangtuanya sangat mencintainya meski tidak mungkin dapat bersama lagi.
Mia kecil tumbuh menjadi gadis dewasa yang
cantik. Mia yang saat itu mulai tumbuh dewasa pun bertanya pada neneknya yang
sudah tua “Kemana papa n mama saya?”, nenek hanya bisa menjawab dalam diam
tanpa ada penjelasan nenek langsung meninggalkan mia dengan wajah termenung
penuh dengan pertanyaan dimana orangtuanya berada.
Mia merasa iri dengan teman – temannya yang jika
sekolah setiap hari di antar jemput oleh orangtuanya masing-masing, sedangakan
dia ? lihat ? ia hanya dapat di jemput oleh neneknya tanpa tahu dimana orang
tuanya. Tak jarang temannya meledek dia dengan pertanyaan – pertanyaan seputar
orang tuanya dan tak jarang pula mia dibuat menangis oleh pertanyan teman –
temannya¨¨
3. Kekalutan Mental
·
Pengertian
kekalutan mental
-
Pengertian kekalutan mental merupakan
suatu keadaan dimana jiwa seseorang mengalami kekacauan dan kebingungan dalam
dirinya sehingga ia merasa tidak berdaya. Saat mendapat kekalutan mental
berarti seseorang tersebut sedang mengalami kejatuhan mental dan tidak tahu apa
yang mesti dilakukan oleh orang tersebut. Dengan mental yang jatuh tersebut tak
jarang membuat orang yang mengalami kejatuhan mental menjadi tak waras lagi
atau gila. Karena itu orang yang mengalami kejatuhan atau kekalutan mental
seharusnya mendapat dukungan moril dari orang-orang dekat di sekitarnya seperti
orangtua, keluarga atau bahkan teman-teman dekat atau teman-teman pergaulannya.
Hal tersebut dibutuhkan agar orang tersebut mendapat semangat lagi dalam hidup.
·
Gejala-Gejala seseorang mengalami
kekalutan mental
Gejala awal bagi seseorang yang mengalami
kekalutan mental adalah :
1. nampak pada jasmani
yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
2. nampak pada kejiwaannya
dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah
Selain itu, ada juga beberapa tahap-tahap
gangguan kejiwaan yaitu :
Gangguan kejiwaan dapat terlihat dari
gejala-gejala kehidupan si penderita bisa jasmani maupun rohani
Usahanya untuk mempertahankan diri dengan cara
negatif
Kekalutan merupakan titik patah (mental
breakdown) dan yang bersangkutan akan mengalami gangguan
·
Tahap-Tahap
gangguan kejiwaan
-
Tahapan-tahapan gangguan jiwa adalah
:
a. Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik
jasmani maupun rohaninya.
b. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga
cara bertahan dirinya salah, pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan
bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak
menekan perasaannya.
c. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan
mengalami gangguan.
a. Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik
jasmani maupun rohaninya.
b. Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga
cara bertahan dirinya salah, pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan
bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak
menekan perasaannya.
c. Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan
mengalami gangguan.
·
Sebab-Sebab
timbulnya kekalutan mental
-
Sebab-sebab timbulnya kekalutan
mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai
berikut :
1. Kepribadian yang lemah
2. Terjadinya konflik sosial budaya
3. Cara pematangan batin
berikut :
1. Kepribadian yang lemah
2. Terjadinya konflik sosial budaya
3. Cara pematangan batin
·
Proses-Proses
kekalutan mental
-
Proses-proses kekalutan mental yang
dialami oleh sesorang dapat mendorongnya ke arah berikut ini :
1. Positif, bila trauma (luka jiwa) yang dialami seseorang akan dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup. Misalnya, melakukan shalat Tahajud bagi umat Islam waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi, atau melakuka kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan (Dalam pepatah dikatakan; Hendaknya jatuh tupai janganlah sampai jatuh tapai!).
2. Negatif, bila trauma yang dialami tidak dapat dihilangkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustrasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk frustrasi yang dialami orang dewasa antara lain sebagai berikut :
a. Agresi, serangan berupa kemarahan yang meluap akibat emosi yang tidak terkendalikan. Secara fisik berakibat mudah terjadinya hipertensi (tekanan darah tinggi), atau melakukan tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
b. Regresi, kembali pada pola reaksi yang primitif atau kekanak-kanakan (infantil), misalnya dengan menjerit-jerit, menangis sampai meraung-raung dan merusak barang-barang.
c. Fiksasi, peletakan atau pembatasan pada satu pola yang sama (tetap), misalnya dengan membisu, memukul-mukul dada sendiri dan membentur-benturkan kepala pada benda keras.
d. Proyeksi, usaha mendapatkan, melemparkan atau memproyeksikan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain. Kata pepatah : awak yang tidak pandai menari, dikatakan lantai yang terjungkat.
e. Indentifikasi, menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imajinasi, misalnya dalam kecantikan, yang bersangkutan menyamakan dirinya dengan bintang film, atau dalam soal harta kekayaan dengan pengusaha kaya yang sukses.
f. Narsisme, self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari pada orang lain.
g. Autisme, gejala menutup diri secara total dari dunia riil, tidak ingin berkomunikasi dengan orang luar, dan merasa tidak puas dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus pada sifat yang sinting.
1. Positif, bila trauma (luka jiwa) yang dialami seseorang akan dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup. Misalnya, melakukan shalat Tahajud bagi umat Islam waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi, atau melakuka kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan (Dalam pepatah dikatakan; Hendaknya jatuh tupai janganlah sampai jatuh tapai!).
2. Negatif, bila trauma yang dialami tidak dapat dihilangkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustrasi, yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk frustrasi yang dialami orang dewasa antara lain sebagai berikut :
a. Agresi, serangan berupa kemarahan yang meluap akibat emosi yang tidak terkendalikan. Secara fisik berakibat mudah terjadinya hipertensi (tekanan darah tinggi), atau melakukan tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
b. Regresi, kembali pada pola reaksi yang primitif atau kekanak-kanakan (infantil), misalnya dengan menjerit-jerit, menangis sampai meraung-raung dan merusak barang-barang.
c. Fiksasi, peletakan atau pembatasan pada satu pola yang sama (tetap), misalnya dengan membisu, memukul-mukul dada sendiri dan membentur-benturkan kepala pada benda keras.
d. Proyeksi, usaha mendapatkan, melemparkan atau memproyeksikan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain. Kata pepatah : awak yang tidak pandai menari, dikatakan lantai yang terjungkat.
e. Indentifikasi, menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imajinasi, misalnya dalam kecantikan, yang bersangkutan menyamakan dirinya dengan bintang film, atau dalam soal harta kekayaan dengan pengusaha kaya yang sukses.
f. Narsisme, self love yang berlebihan sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior dari pada orang lain.
g. Autisme, gejala menutup diri secara total dari dunia riil, tidak ingin berkomunikasi dengan orang luar, dan merasa tidak puas dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus pada sifat yang sinting.
4. Penderitaan dan perjuangan
·
Hubungan antara
penderitaan dan perjuangan
-
Setiap manusia pasti manusia yang
bersifat kodrati. Karena itu tergantung pada manusia itu sendiri untuk berusaha
mengurangi penderitaan semaksimal mungkin, bahkan menghilangkannya sama sekali.
Manusia adalah makhluk berbudaya, dengan budayanya itu ia berusaha mengatasi
penderitaan yang dialaminya. Hal ini membuat manusia menjadi kreatif, baik bagi
penderita itu sendiri maupun orang lain.
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia tetapi juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis, ia harus berusaha mengatasi kesulitan hidup
Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang mengadapi tantangan hidup dalam alm lingkungan, dan masyarakat sekitar denagn waspada dan disertai doa kepada Tuhan sipaya terhindar dari bahaya dan malapetaka. Manusia merencanakan dan Tuhan yang menentukan. Kelalaian manusia merupakan sumber malapetaka yang menimbulkan penderitaan. Penderitaan yang terjadi, mungkin dialami sendiri tapi mungkin juga dialami oleh orang lain. Atau mungkin akibat dari diri sendiri atau orang lain.
Apabila kita memperhatikan membaca riwayat para pemimpin bangsa, orang-orang besar dunia, sebagian kehidupannya dilalui penderitaan dan penuh perjuangan. Pemimpin kita Bung Karno dan Bung Hatta berapa lama mendekan dalam penjara colonial karena perjuangannya memerdekakan bangsa. Demikian juga pemimpin-pemimpin kita yang lain.
mengalami penderitaan, baik berat maupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekwensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia tetapi juga menderita. Karena itu manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap hidup sebagai rangkaian penderitaan. Manusia harus optimis, ia harus berusaha mengatasi kesulitan hidup
Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. Caranya ialah berjuang mengadapi tantangan hidup dalam alm lingkungan, dan masyarakat sekitar denagn waspada dan disertai doa kepada Tuhan sipaya terhindar dari bahaya dan malapetaka. Manusia merencanakan dan Tuhan yang menentukan. Kelalaian manusia merupakan sumber malapetaka yang menimbulkan penderitaan. Penderitaan yang terjadi, mungkin dialami sendiri tapi mungkin juga dialami oleh orang lain. Atau mungkin akibat dari diri sendiri atau orang lain.
Apabila kita memperhatikan membaca riwayat para pemimpin bangsa, orang-orang besar dunia, sebagian kehidupannya dilalui penderitaan dan penuh perjuangan. Pemimpin kita Bung Karno dan Bung Hatta berapa lama mendekan dalam penjara colonial karena perjuangannya memerdekakan bangsa. Demikian juga pemimpin-pemimpin kita yang lain.
mengalami penderitaan, baik berat maupun ringan. Penderitaan adalah bagian kehidupan
5. Penderitaan,media massa dan seniman
·
Hubungan antara
penderitaan, media massa dan seniman
-
Berita mengenai penderitaan manusia
silih berganti mengisi lembaran koran, layar TV, radio, internet, dengan maksud
supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan
manusia. Dengan demikian dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu.
-
Media masa merupakan alat yang paling
tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara
cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk
menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang simpati. Tetapi tidak
kalah pentingnya komunkiasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni,
sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus
keindahan karya seni. Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak bernama Arie
Hangara yang mati akibat siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan dengan
judul yang sama.
6. Penderitaan dan sebab-sebabnya
·
Sebab-sebab
timbulnya penderitaan
a.
Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk
manusia.
Penderitaan yang menimpa
manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama
manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang
disebut basib buruk. Nasib buruk ini dapat diperbaiki manusia supaya menjadi
baik. Dengan kata lain, manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Perbedaan
nasib buruk dan takdir, Tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia
penyebabnya.
b.
Penderitaan yang timbul karena penyakit,
siksaan / azab Tuhan
Penderitaan manusia dapat
juga terjadi akibat penyakit atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran,
tawakal, dan optimism dapat berupa usaha manusia untuk mengatasi penderitaan
itu.
7. Pengaruh Penderitaan
·
Pengaruh yang
akan terjadi pada seseorang jika mengalami penderitaan
-
Orang yang mengalami penderitaan
mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap
yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negative. Sikap negative
misalnya penyesalan karena tidak bahagia atau tidak bahagia. Sikap positif
yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian
penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan dan
penderitaan itu adalah hanya sebagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya
kreatif, tidak mudah menyerah.
-
Apabila sikap negative dan sikap positif
ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para
pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya. Penilaiannyaitu dapat
berupa kemauan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai kehidupan dalam
masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan. Keadaan yang sudah tidak sesuai
ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan yang berupa
hambatan harus disingkirkan.
SUMBER :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar